Saat hati mulai terasa sesak.
Saat kau merasa ia dekat, namun sebenarnya terhambat jarak.

Saat kau ingin memberontak,
Saat hatimu ingin kau berteriak.

Tapi semua sia-sia.
Percuma.

Disaat kau sadar menyakiti hati sendiri,
Tapi kau tidak peduli, dan tak ingin peduli.

Disaat kau ingin orang lain bahagia..
Padahal dirimu sendiri tidak ceria.

Bagaimana rasanya?

Saat perasaan takut menguasai dirimu
Dan membuat langkahmu ragu..
But there's nothing you can do.

berlawanan

Late gift and late cake from B-Family.

Telat sih... padahal ultah gue tanggal 20 Oktober kemaren, dasar mereka kampay. 
Yaaa tapi I really appreciate their creativity :P

Tapi ada satu yang paling bikin 'sesuatu banget' buat gue dari scrapbook diatas...
Yaitu, foto dibawah ini:
Well, I kinda look like her, ain't I? HAHAHAHAHAHAHA

kidding.

Well, melalui post ini, saya  ingin mengucapkan rasa terima kasih saya kepada B-Family. Ida Mei Kurniati dan Titi Permatasari. (biar agak spesial dikit gitu lah ya gue taro di blog). Terima kasih juga untuk para SE\m/PAC-ers, Riyan, Ivy, Imah, Lia, Noval, Juned, dll dah, atas wishesnya yang tertera didalam scrapbook!
Saya sayang kalian semua♥

Thank you, B-Fam♥



"because despite what she tells everyone else, she's not fine. she's not fine at all."

Terkadang, gadis ini ingin sekali berkata jujur tentang semua yang ada difikirannya, gadis ini ingin mengeluarkan semua apa yang (sebenarnya) ingin ia ucapkan agar tidak membohongi diri sendiri. Namun, terkadang, gadis ini juga berfikir bahwa ia tidak ingin membuat keadaan menjadi sulit. Ia juga tidak mau membebani orang lain. Setiap orang sudah punya masalah sendiri, tidak perlu ia tambahkan dengan menceritakan tentang masalahnya kepada orang lain.

Terlebih pula... kadang gadis itu berfikir, kalaupun memang ia bercerita, apakah mereka akan mengerti? mungkin mereka akan mendengarkan, bahkan memberi saran; tapi apakah mereka benar-benar peduli? toh, ini kan bukan masalah mereka.

Ia kecewa, bahkan pada dirinya sendiri. Kenapa ia terus-menerus memilih untuk berbohong pada dirinya sendiri. Kenapa ia terus mengatakan tidak apa-apa padahal sebenarnya ia tidak rela. Kenapa ia terus menyakiti batinnya sendiri hanya karena ia tidak ingin membuat orang khawatir akan perasaannya. 

Kalau ia ingin marah, kalau ia ingin membalas rasa kekecewaannya, ia bisa melakukannya dari dulu; tapi ia tidak memilih (well, lebih tepatnya tidak akan memilih) untuk melakukannya. Ia tidak ingin menambahkan beban fikiran kepada seseorang, karena ia (sangat) mengerti keadaan seseorang tersebut. Ia selalu berfikir kalau semuanya akan baik-baik saja pada akhirnya. Ia selalu mengatakan pada dirinya sendiri jika ia terus bersabar, ia akan mendapatkan hikmahnya.

Ironis bagaimana ia menyarankan kepada orang lain untuk tersenyum padahal ia tidak tahu apakah senyum diwajahnya sendiri itu murni atau tidak. Bagaimana ia bersikap dan menyarankan hal yang bijaksana kepada orang lain padahal dirinya sendirilah yang bahkan takut untuk menerapkan saran tersebut jika ia mempunyai masalah yang sama. Bagaimana ia menyemangati orang-orang padahal dirinya sendirilah yang butuh semangat dari orang lain. 

Karena ternyata, lebih sulit untuk menyemangati diri sendiri dibanding menyemangati orang lain.

because she doesn't know to who she should talk to

Kekecewaan, mungkin dalam beberapa minggu terakhir ini dapat dikatakan gue sering ngerasaain itu. Ga cuma dari satu orang sih... (walaupun emg doi yang paling sering bikin saya merasa begitu), yang lain juga. Tapi, what can I do gitu lho? Ya... mau ga mau mesti sabar – emang kuncinya cuman 'mesti sabar' –  daripada ngikutin emosi dan nuntut sesuatu tapi malah bikin runyam nantinya. ^^

Well........ gue selalu ingat dengan satu quote :
"Bisa karena terbiasa."

Mungkin karena terbiasa merasakan kekecewaan kita bisa jadi seseorang yang tegar. Bersabar itu perbuatan yang baik kok. Walaupun bikin agak sakit hati sih (hahahaha), tapi percayalah, good things come to those who patiently wait. Mungkin dengan seringnya kita merasakan kekecewaan, lama kelamaan kita jadi tahu bagaimana cara untuk menikmati kekecewaan tersebut. Aneh sih emang, mana bisa kekecewaan dinikmati, hahaha tapi anggap saja bisa lah ya.
“semakin kecil pengharapan kita akan sesuatu, semakin kecil juga rasa kekecewaan yang akan kita dapatkan.”

Gue selalu berusaha buat inget kalimat itu, gak cuma inget sih, tapi nerapin juga. Awalnya emang susah, karena kalo kita berharap sesuatu, pasti bakal merambat ke harapan yang lainnya. Tapi yaa.... lama lama juga pasti (Insya Allah) bisa, karena terbiasa. ;)

less expectation, less disappointment

image source: tumblr

"tersenyumlah, mau seburuk apapun harimu, seberapa besar kekecewaan atau kesedihanmu, tersenyumlah." ☺


-Oktavia Z.

quote of the day

Dia. 
Satu-satunya orang yang bisa bikin saya kesal dan tertawa diwaktu berikutnya pada hari yang sama.

Dia. 
Satu-satunya orang yg bisa bikin saya gregetan & tersenyum diwaktu berikutnya pada hari yang sama.

Dia. 
Satu-satunya orang yang bisa bikin saya menangis dan optimis diwaktu berikutnya pada hari yang sama.

Dia.
Penyebab rasa kekecewaan dan kebahagiaan saya pada hari yang sama.


He's so adorable... in many ways, although sometimes he made me upset. 
He's like the motivator. 
He has his own style to show his sweet-side, and he shows me in such a funny way. :P

..................... and I'm in love with this guy.

Him.