taken at "Pasir Putih" beach, Sawarna Village,
August 1st 2014, 8:56 a.m.


Hello!
Sebenernya udah lama udah mau ngepost ini sih, cuman sifat procrastinator gue yang parah ini menyebabkan penundaan hahaha #apasih. Diatas itu salah satu foto yang gue ambil di Pantai Pasir Putih, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Destinasi pertama sih sebenernya mau ke Anyer, cuman karena bosen dan gue emg orangnya kepo akan tempat-tempat baru yang belum pernah gue datengin, yaa gue minta sama keluarga gue buat kesini aja. It's really not a bad choice, tough.

Perjalanan kesini bisa melalui 2 rute kalo dari Jakarta. Bisa lewat jalur Jakarta-Sukabumi via Pelabuhan Ratu, atau lewat jalur Jakarta-Tangerang-Tigaraksa-Lebak-Malingping-Bayah. Karena keluarga gue kesini waktu minggu lebaran, demi menghindari macet yang (terasa seperti) tiada akhir, maka dari itu kita pilih yang lewat Tangerang. Yaa karena pilih jalur alternatif jadinya perjalanan kita lebih lama, kira-kira 8jam dijalan deh baru sampe Desa Sawarna.

Pantainya bagus!! Ombaknya gede banget, pasti keren kalo buat surfing cuman yaa mungkin emang pantai ini belum banyak yang tau jadi belum ada fasilitas buat surfing. Banana boat jg belum ada hehehe~
Ini pantai emang belum terjajah gitu sih, hotel pun disini ga adaa. Penginapan disini banyaknya itu rumah warga. Cottage atau resort juga belom ada. (...bisa dijadiin inovasi buat usaha nih lol cnd deng).

Pantai yang deket dari rumah warga yang gue inepin itu Pantai Pasir Putih, biasa aja sih kayak pantai-pantai yang lainnya, cuman pantai ini disampingnya ada sungai gituu... gue ga moto sungainya sih. Kalo pagi ombaknya gede bgt, adek gue aja sampe keseret wkwk


"Pasir Putih" beach, Sawarna Village,
August 1st 2014, 7:58 a.m.

Tapi ga cuman pantai ini ajaa, yang keren tuh malah Pantai satunya lagi, namanya Pantai Tanjung Layar. Kira-kira masih 2km lagi dari Pantai Pasir Putih ini, bisa ditempuh dengan manggil tukang ojek disekitar sana. Satu orang 20rb, agak mahal sih tapi wiiihhh jalan menuju kesana pake motor susah juga loh! Butuh keahlian spesifik(?) buat mengendarai motor dijalanan pasir gitu. "Ayah juga gabakal mau dibayar 20rb doang tuh kalo ngojek begitu jalannya", bokap gue bahkan sampe bilang gitu. >.<

Nah, kalo di Pantai Tanjung Layar ini banyak pondok-pondok kecil gitu, banyak yang jual makanan dan minuman, dan yang paling khas kalo didaerah pantai-pantai gitu yakni Es Kelapa Muda! hehe terus ada pondok yang disediain charger! waaaahhh tumben bgt kan *norak *BlmPernahNemuPondokAdaChargernya huehuehue

Yang keren dari Pantai ini itu.. tebingnya!!! Tebingnya tinggi, jadi nahan ombak yang besar tapi yang dihasilkan tuh jadi keren bgt gituuuu ah emang kadang kekerenan sebuah tempat tuh bakal susah dijelasin lewat kata-kata ya.

  Tanjung Layar Beach, Sawarna Village,
August 1st 2014, 18:17 a.m.

Air disini jernih bangeeeet parah, sampe batu-batu yang didalem airnya pun terlihat. Trus juga pantai ini jadi tempat yang pas banget buat ngeliat sunset. Efek langit senja dan bebatuan karang disana menghasilkan objek foto yang..... omg, I don't even know how to say it. Subhanallah.


"When The Sun Goes Down", taken at Tanjung Layar Beach, Sawarna Village,
August 1st 2014, 18:21 a.m.

It really amazes me how beautiful Indonesia is. Masih banyak tempat-tempat keren di Indonesia yang belum pernah gue kunjungin. Those destination (which I haven't visited before) makes me excited to travel, to explore Indonesia, to discover new places, to show others, and... to heal myself.

Kadang buat sembuhin diri sendiri, buat "nemuin" diri sendiri yang "pernah hilang", cukup dengan mengasingkan diri ditempat yang belum pernah kita icipin keindahannya.

“Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.” 
– Mark Twain

self-healing



Lucu.
Satu kata yang bisa mengutarakan opiniku sekarang ini.

Ya ampun, coba bayangkan
Kamu mendapati dirimu mengagumi seseorang yang bahkan saat pertama kali kamu mengenalnya, kamu (sangat) tidak menyukainya. Kamu mengira orang itu sombong, orang angkuh dan hanya mau mengobrol dengan orang-orang yang sudah dikenalnya; tapi lambat laun kamu malah mendapati dirimu ingin mengetahui tentang dirinya -- mengenalnya lebih jauh.

He's smart, he's clever, he likes to argue, he likes to help. He smells good, he's crazy and funny without meaning to be.

Dan aku mengaguminya.
.
.
.
.
.
.
Parahnya lagi, mungkin, ya, aku menyukainya.

I just can't help but smile when I'm with him.
Dia bisa sekali mengarang cerita aneh nan ajaib yang diluar imajinasi orang-orang, namun aku tetap tertawa saat mendengar cerita anehnya. Sekarang entah siapa yang lebih aneh.

"Dia jaim", kata teman-temanku. 
Ya, dia memang tipe orang yang tidak akan memulai percakapan dengan orang-orang yang tidak dia kenal baik sebelumnya. "Tampangnya serius terus", dan "orangnya susah diajak bercanda" bukan hal baru yang kau dengar dari orang lain tentangnnya. 
Tapi malah justru itu yang membuatku ingin tahu.

But then chaos comes when you know he's seeing someone (re: punya gebetan~) and he seems already know that you like him. 

Dang!

Satu hal yang aku benci adalah; kita tidak bisa mengatur perasaan kita saat kita menyukai orang. 
Kamu tidak bisa menahan senyummu dan berlagak biasa saja atau memasang tampang poker face jika kamu sedang bersama orang itu.
Mungkin sikapku yang seperti itulah yang menggambarkan cukup "jelas" sehingga dia tahu.

.....................mungkin? aku tidak tahu.

Kemudian dia menjadi seseorang yang dingin lagi, menjadi orang yang sangat berhati-hati untuk mengobrol dengan kamu, yah, bilang saja, jutek.
"Bagus dong Vi, mungkin dia begitu emang krn berarti dia gamau php-in kamu," salah satu temanku bilang begitu. Well....

Sayangnya, kita gabisa begitu aja ngapus perasaan kita terhadap seseorang saat kita dikecewakan.
Yes, maybe time would heals all wounds, but I guess the scar would still be there. Kayak misalnya kena luka di kulit kan; darahnya hilang, lama kelamaan ga akan terasa sakit atau perih lagi, tapi bekas lukanya akan tetap ada.

People tend to be poetic when they are heartbroken, aren't they? hahaha maafkan saya jika saya terlihat memble atau cengeng. Iya, aku selalu merasa tidak cukup dengan diriku sendiri. Mungkin aku masih perlu memperbaiki diri. Mungkin aku masih butuh lebih banyak pelajaran lagi.

Dan untuk kamu diluar sana,
Mungkin aku tidak akan bersemangat dan memasang senyum idiot diwajahku saat aku bertemu denganmu lagi, namun mungkin aku akan tetap mengagumimu. Izinkan, ya?

Bagaimanapun, pengalaman jatuh cinta diam-diam sendirian menjadikan aku berfikir lebih dewasa. Lihat? Cinta bertepuk sebelah tangan tidak selamanya buruk..


P.S:
Setidaknya, "Masih bisa senyum kan?" akan selalu menjadi motivasi ku.


See you around, snowman.
God bless :]

acceptance

image source: tumblr

. . . . .

Tapi,
             Bagaimana bisa
                                               
                                    Matahari yang cerah
                                                     
                                                                     Jatuh cinta
                                   

              Terhadap bulan yang redup

                                              Saat banyak sekali perbedaan


Diantara mereka?




23 / 07 / 2014. 21:42
-V.

jauh.


Jakarta.
24°C.

Dari sibuk dan padatnya kegiatan manusia disini
Tumben sekali cuacanya seperti ini

Mungkin akibat hujan tadi siang
Membawa hawa sejuk menemani lelapnya tidur orang-orang

Dingin disini, snowman.
   
Namun dinginnya angin yang terasa diluar rumahku,
Masih belum sebanding dengan dinginnya sifatmu itu.



13 Juli 2014. 21:00.
-V.

dingin

image source: tumblr


All I need for now is just home.



Mom,
Dad,



Sisters,


Friends.


I know I have a lot of friends here,
but it just ....

I don't know, 
I miss home.




I just want to go home.

home-sick


"Kenapa, hidup ga bisa adem-ayem? Kenapa bahagia nggak bisa berlanjut lama?"


Orang-orang berubah, begitu pula dengan perasaan mereka.

Orang-orang yang tadinya "deket", sekarang jadi pada "jauh". People whom we think never leave, left us eventually. Orang yang biasanya sering jadi temen ngobrol, sekarang sapa-sapaan aja jarang. Feeling the same? :)

I know it sounds cliche, but there's always a part of me wishing that everything to stay the same. Emang gabisa sih, karena ga ada yang permanen. Tapi.. gue cuma ngerasa kehilangan sebagian orang.

Disaat gue ngerasa nemu orang-orang yang bisa bikin gue seneng dan jadi sumber inspirasi serta semangat gue buat ngejalanin hari-hari, ga lama sehabis itu, gue ngerasa kehilangan mereka. To be honest, saya rindu mereka. Kenapa rasanya susah sekali mempertahankan orang-orang saat kita mulai (sangat) nyaman dengan mereka?

Well, kata orang perubahan itu bagus. Perubahan yang akhirnya ngebawa perasaan kehilangan pun juga bagus, biar kita makin tegar. Tapi, kenapa sebagian perubahan ada yang bikin kita ngerasa takut? Kenapa ada sebagian perubahan yang bikin kita worry kalo ada yang berubah?

"Kita jadi takut merasakan bahagia karena kalau terlalu bahagia, suatu saat semua itu bisa hilang dan menjadikan kita hampa."


(those two bold words above, taken from Winna Efendi's novel, Remember When)

perubahan