........and in the middle of the night,


when only accompanied by moonlight,


I hope my thoughts are not right.

overthink

I kinda upset with some people for this several days...
seriously, why people are so irritating?
I mean, ugh.

Gue heran sama orang-orang,
(dalam kasus ini orang-orang kelas 12, angkatan gue sendiri)

mereka bilang mau sukses tapi malah males-malesan.
mereka bilang inceran mereka tinggi tapi malah masih nganggep gampang.
mereka bilang saingan mereka banyak dan kemungkinan mereka berhasil cuman dikit,
tapi mereka gapunya inisiatif buat ngembangin diri.

bukannya sok atau gimana sih, cuman gue agak kesel aja ama orang-orang yang kayak gue sebutin diatas.
if you want to be succeed, then GO FOR IT.
usaha. bikin improvisasi terhadap diri sendiri.
kalo lo ada les, ada bimbel, ya rajin-rajin deh ikut bimbel tsb.
MALES? wajar sih, karena otak kita udah diset sama yang namanya "liburan", jadi kita pasti sering banget ngerasa males buat bimbel padahal lagi "liburan".

but, hey, lo mau berhasil apa engga?!
kalo mau berhasil, ya mau gamau kita harus sadar diri.
I'm such a hypocrite if I said I'm not lazy.
gue juga kadang males bimbel, males ngerjain soal-soal dari tempat bimbel, dll.
tapi pas gue lagi males, gue selalu berusaha buat ngingetin diri gue sendiri kalo saingan gue ga cuman beratus-ratus orang, tapi beribu-ribu orang.

emang sih tiap orang beda-beda,
mungkin ada yang udah berusaha buat ngingetin dirinya sendiri buat harus jadi rajin tapi tetep aja gabisa ngilangin rasa males.
emang deh tuh, rasa males tuh kayak iblis bocah yang susah diatur dan nempel dalam diri kita.
tapi kalo kita sendiri tetep ngebiarin rasa males nguasain kita, hoy, mau jadi apa?
salah satu guru gue pernah bilang, dan kalimat ini emang jadi salah satu motivator gue, "yang bisa ngelawan rasa males ya diri kamu sendiri".

lu kira buat jadi mahasiswa baru perguruan tinggi negeri gampang?!
mungkin gampang sih kalo lu punya uang beratus-ratus juta, tapi yaelah, gue sih sayang banget kalo duit ratusan juta buat nyuap orang. walaupun bukan duit gue sendiri, tetep aja.
terus, malu kali sama temen-temen. bayangkan: "iya gue di UI nih hehehehe" "oh emang nilai sbmptn lo berapa?" "ga ikut sbmptn.." "terus?" "............."
apa? lo mau bilang lo masuk UI lewat "jalur belakang"? emang ga malu?
atau mungkin emang lo bangga dengan mendapatkan tempat di universitas ternama bukan karena hasil jerih payah sendiri?

nah, beda lagi urusannya kalo lo gapunya uang ratusan juta.
kalo lo ga berusaha, gimana bisa dapet hasil yang bikin ceria?
idiot.

walaupun lo milih jurusan yang langka dipilih orang, atau bahasa gaulnya "main aman",
emang lo kira bakalan cuman lo doang?
lo tetep bakalan berperang juga sama mereka yang sama-sama "main aman".

maksud dari post gue ga muluk-muluk sih, gue cuman pengen 'ngingetin' sekaligus nyemangatin buat temen-temen angkatan 2013. guys, bahkan fakta membuktikan bahwa orang yang otaknya pinter pun masih bisa kalah sama orang yang rajin. maksud gue yaaa gak cuman rajin belajar, tapi rajin berdoa juga.

sekarang SBMPTN udah didepan mata,
dan pilihan ditentuin oleh diri kita,
mau yang mana?
bahagia, atau menyesal pada akhirnya?


Just Saying

image source: Tumblr


other girls have a perfect body.
they all are skinny.
they all are also pretty.

while I have nothing to give what you can be proud of.

they all are beautiful,
and kind-hearted,
also more mature.

while I am nothing compared to them.

I'm hopelessly-romantic,
I talk with the way I am,
I can not talk with a sweet voice and adorable eyes-smile.

I can't make you a love song.
I can't make you a lovely poem.
shit, I can't even write romantic words for you without thinking am I saying it excessively.

sorry I can't make you to looking forward for another day just because you know you will meet me,
sorry I can't make you feel happy when you see me,
well, maybe not as happy as when you see your best friends..

I can't make you feel to be the happiest guy,
and I'm sorry.

insecurity

#PrayersOfToday

(Disclaimer: those tweets above are belong to the one of twitter user, @theresirait)

April 18th, 2013

Me: ....blahblahblah.. "siapa sih yang awalnya nentuin kalo itu namanya sendok? kenapa gak meja namanya bangku, terus bangku namanya meja. terus, kenapa namanya gajah? padahal kan bahasa inggrisnya elephant."
Titi: (spontaneously answered) .... "ya kan karena Gede-AJAH makanya orang dulu nyingkatnya jadi gajah."

Both of us:  *suddenly laughing hard*

Another 'Bolot' Conversation

I might be too young to write something about this, (I'm still 17 anyway :p) but, well?

Cinta... yaelah, apaansi cinta, gue juga ga begitu ngerti. Makna dari kata cinta itu sendiri gue juga ga bisa menjelaskan. Yah, seenggaknya gue bisa mendeskripsikan.. haha. Kalo dilirik lagu, katanya jatuh cinta tuh berjuta rasanya. Well, I agreed, because that’s what I feel for this past several months..

Jatuh cinta berjuta rasanya, bukan berarti orang yang lagi fallin' in love cuma ngerasain happy. Justru pas lo lagi jatuh cinta ini, lo ngerasain perasaan-perasaan yang lainnya, perasaan sedih juga termasuk lho. Well, as a couple, you will also get into fights, but that's what makes you to be a better person. Those fights will make you wiser. 

“Love changes people.”

Yep! I couldn't agree more with that statement. Jatuh cinta emang bisa ngerubah lo, sikap lo, bahkan mindset lo. Untuk orang yang udah taken, I know you will said yes too, right? :p

Lo yang dulunya cuman peduli sama diri lo sendiri, cuman mikirin apa yang terbaik buat lo, sekarang jadi mikir juga apa yang terbaik buat orang yang lo sayang. Lo juga ga cuman mikirin kebahagiaan lo sendiri, because once you started to care about someone, their happiness affects you too. even maybe theirs is more important than yours. You want them to be happy, dan otomatis ―entah ini egois atau engga― you want yourself as the reason why they're happy.

Saat ibadah, lo ga cuman berdoa untuk keluarga dan diri lo sendiri, lo juga berdoa untuk mereka, untuk orang yang lo sayang, supaya juga diberikan yang terbaik buat mereka. Saat lo in a relationship, lo bukan cuman jatuh cinta, tapi lo juga belajar. Lo belajar buat lebih menghargai orang, lo belajar buat lebih mengerti orang, dan lain-lain. Disitu, didalam hubungan itu, lo belajar jadi orang yang lebih dewasa. Sedikit demi sedikit, lo jadi lebih tau, lo jadi lebih mengenal. Ga cuman lebih tau tentang seseorang yang lo sayang itu, tapi lo juga jadi lebih tau gimana caranya ngambil tindakan, berdasarkan situasi dan kondisi sih~

Saat lo lagi jatuh cinta, hal-hal negatif yang orang bilang tentang pasangan lo pun juga ga bakal ngaruh banyak, bcs you love him/her along with their imperfections. In every relationships, you will also get disappointments, but from this disappointment you also learn how to not expect things too high from someone. Terus juga, siapa sih yang ga berangan-angan punya pacar yang too-sweet-to-be-true like in the movies? Hahaha, but once you're in relationship, lo bakal jadi lebih jarang berangan-angan, because you'll learn how to accept someone just the way he/she is.
You know you're in love when you feel “butterflies” in your tummy everytime you meet him/her. You begin to constantly want to meet them. You're in love with all the weird or crazy things that they do just to make you smile. You're in love with the way he holds your hand and make you feel secure. You're in love with the way he plays with your hair; or even, you know you're in love when you're trying to find thousand of reasons so you could use his jacket, not just because you're cold or whatsoever, but just because you like his smell...

Hahahahahahaha. Even love could make us do something silly. We start dreaming of making plans in the future with him/her, such as going to Paris together (which is we know it may be impossible but we're still secretly wishing someday it would be true anyway).

Orang bilang, banyak remaja yang pacaran tuh cintanya cuman cinta-cintaan, cinta monyet, yah apalah. intinya gak serius, ga mandang kedepan. Well, let them think like that. Kita masih remaja. Kita bukannya ga serius untuk berkomitmen, tapi kita masih belajar untuk serius dalam berkomitmen. Kita juga ga cuman fokus ke masalah lovelife, kan?

We don't know what's future might bring, but if you think that (s)he is the right person for you, and you think that your relationship is worth, then keep fighting for it. For both of you. Tapi, kalo emang cuman niat buat main-main apalagi cuman karena “gak mau single”, you better leave them now, or you might just hurt them in the end.

XoXo,
V.

Love?